Berdakwah, menyampaikan syiar Islam adalah kewajiban kita semua. “Sampaikanlah walau hanya satu ayat”.Strategi dakwah yang jitu pun harus dirancang agar dakwah tidak monoton dan terkesan kaku. Manusia adalah khalifah di muka bumi. Tapi para ikhwan diberikan kelebihan sehingga menjadi qawwam. Lalu akhwat bagaimana? Eits, tenang dulu. Tentu saja kontribusi akhwat juga besar.
Menilik dari sejarah (hehehe, sok serius nich) bsnysk wanita-wanita yang ikut berdakwah dan ikut menyebarkan Islam. Salah satu contohnya adalah Aisyah r.a. di usianya yang belia, beliau mampu meriwayatkan lebih dari 1210 hadits. Juga ahli dalam ilmu kesehatan dan beberapa cabang ilmu lainnya. Khadijah r.a. , keokhlasan dan kesetiaannya hingga mampu mendampingi Rasulullah untuk menegakkan panji Islam di muka bumi ini. Serta banyak wanita-wanita lainnya yang memiliki kontribusi besar dalam Islam.
Subhanallah, betapa cantiknya wanita-wanita mulia tersebut. Pengen seperti wanita-wanita mulia di atas?? Yuks kita bahas tentang AKHWAT CANTIK di dunia dakwah dewasa ini.
Lalu AKHWAT CANTIK yang gimana dong? Sabar ya, ku jelasin step by step.
Sebut saja namanya Wilda. Kamis pagi Wilda dan Farah akan pergi ke kampus bersama. Wajah Wilda yang selalu ceria dan tersenyum itu dengan semangat menceritakan tentang film Palestina yang baru saja ditontonnya. Saking semangatnya, saat akan naik bis Wilda mengucapkan salam dengan lantang “Assalamualaikum”. Serempak seluruh penumpang di bis itu menjawab salam Wilda sambil tersenyum-senyum. “Wa’alaikumsalam”. Mendengar jawaban salam dari penumpang se bis Wilda justru senyum-senyum tertunduk malu, sedangkan Farah mencubitnya sambil tersenyum geli.
Nah loh, terlalu ceria itu. Kita memang wajib mengucap salam dan harus, kudu, mesti hukumnya membuat orang-orang di sekitar kita senang. (Tentunya karena kebaikan ya). Tapi kalau dari cerita di atas bener gak ya?? Hehehe
OK, kita pakai pemisalan aja ya. Biar lebih cepet nyambung, hehehe (kabel listrik kaleee!!!). Pada saat perencanaan suatu acara, seorang akhwat (sebut saja Diva) diberikan amanah untuk membuat desain pamflet acara tersebut. Tapi, kebetulan Diva terlalu sibuk dengan tugas kuliahnya, sehingga amanahnya membuat pamflet terabaikan. Lita temannya Diva mengingatkan tentang pamflet tersebut. Akhirnya dengan tergesa-gesa Diva mengerjakan pamflet tersebut. Seharusnya pamflet sudah disebarkan besok. Tapi malam ini Diva baru membuat sketsanya dan baru bisa di print besok. Jadilah malam ini Diva begadang mengerjakan desain pamflet sambil mengerjakan tugas kuliahnya di temani segelas kopi (padahal biasanya Diva gak pernah minum kopi, hihihi). Alhamdulillah pamflet tersebar walaupun telat beberapa hari. Kapok. Diva gak mau lagi mudah menerima amanah tanpa bisa mempertanggungjawabkannya.
Ukhti, penting banget untuk kita menjadi akhwat yang amanah. Amanah adalah sebuah tanggung jawab yang harus kita lakukan dan biasanya kalau kita abaikan maka akan merugikan orang lain. Bener gak?? (Yupz bener banget, ^_^)
Temen-temen tentu tau kan artinya. (Tau dong), ayo apa? (Dakwah tu nama fakultas kan??). Hus ngawur, gak ngebahas tentang fakultas dakwah ya. Oke dech, mumpung lagi baik ku jelasin. Dalam Bahasa Indonesia Najwa artinya “ Bintang” sedangkan Fi Dakwah artinya “Dalam Dakwah”.
Seorang akhwat harus bisa menjadi bintang dalam dakwah. Menjadi bintang disini maksudnya bukan menjadi bintang sinetron, bintang film atau bintang panggung. Apalagi jadi bintang di langit (Duch jauh banget, pake apa coba mau ke sana?? Hehehe). Oke dech, pasang telinga baik-baik, ups salah. Maksud ku pasang mata baik-baik. (Cz penjelasan aku kan dibaca bukan didengerin). Di saat akhwat lain telah sampai pada titik jenuh dalam dakwah maka si akhwat Najwa ini menyemangati teman-temannya tuk tetap ikhlas dan ikhtiar dalam jalan dakwah. Di saat akhwat-akhwat lain enggan untuk keluar rumah menyampaikan dakwah. Maka si akhwat Najwa ini keluar rumah menantang matahari tuk menyampaikan dakwah. (hihihi,^_^)
Buat akhwat tepat waktu menjadi tolak ukur kinerja kita. So, kita harus bisa datang ataupun hadir tepat waktu,key.
Dakwah bukan selalu kita bicara didepan orang banyak dan membacakan ayat-ayat serta hadits-hadits. Jangan hanya menjadi penyampai tapi tidak melakukan. Coba simak Q.S.AS-SAFF:2-3.
Yang artinya:”2.Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? 3.(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
Sudah jelas bahwa kita harus bisa menjadi contoh, bukan hanya memberi contoh. Kita harus memperrtanggungjawabkan ucapan kita. “ukhti, sholat tahajud itu bagus”(tapi dia sendiri gak sholat). “ukhti, usahakan dan biasakanlah baca Al-Qur’an kalau ada waktu luang” (tapi dia sendiri jarang tilawah). Naudzubillah min dzalik!!!
Tutur kata kiita, tingkah laku kita dan intensitas ibadah kita tentunya akan menjadi tolak ukur kita di dakwah. Dengan tutur kata yang lembut, tingkah laku yang sopan dan ibadah yang solid tentu akan mempermudah kita untuk mengajak teman-teman ikut berdakwah. (Bener gak, iya dong.....)
Keyakinan tinggi atau optimisme adalah sebuah pola pikir yang harus di miliki seorang akhwat. KEYAKINAN TINGGI = OPTIMISME = POSITIVE THINKING. Coba bayangkan jika kita tidak optimis dalam dakwah, mungkin hati ini bisa bersu’udzon. Bunda Nabi Ismail as lari bolak-balik bukit shofa dan bukit marwah untuk mencarikan air minum untuk putranya, dengan optimis bunda tetap berlari tanpa memperdulikan rasa lelahnya. Bunda berdo’a dan berkeyakinan tinggi bahwa ikhtiarnya akan dibalas oleh Allah SWT. Akhirnya ikhtiar yang ikhlas itu di kabulkan oleh Allah SWT lewat hentakan-hentakan kecil Nabi Ismail keluarlah mata air yang sekarang kita kenal dengan nama mata air zamzam. Padahal saat bunda dan Nabi Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim tempat itu adalah tempat yang gersang, tandus dan tak ada seorang pun yang tinggal di sana. Namun setelah keberadaan air zamzam tempat itu menjadi ramai.
Seperti itulah dakwah kita seharusnya. Sekalipun tidak ada yang membantu, kita bergerak sendiri, dan banyak rintangan yang menghalangi namun kita harus tetap berkeyakinan tinggi bahwa pasti ada hikmah di balik itu semua. Yakinlah ukhti, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya terus sendiri dalam dakwah. Sekalipun tidak ada manusia yang menemani tapi Insya Allah malaikat selalu mengiringi langkah dakwah kita. Amien.
Well ukhti, ana sudah jelasin tentang AKHWAT CANTIK. Akhwat memiliki begitu banyak keistimewaan, terutama kalau dimanfaatkan dalam hal yang baik. Kalau gitu, ayo dech kita berlomba-lomba menjadi AKHWAT CANTIK. FASTABIQUL KHAIRAT yuks. (^_^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar